Jumat, 16 November 2012
Ekonomi Pariwisata
1. Komponen-komponen dalam neraca pembayaranan antara lain:
a. Neraca Transaksi berjalan (Current Account)
Neraca transaksi berjalan mencatat semua transaksi ekspor dan impor barang, perbandingan nilai ekspor dan impor barang, pendapatan investasi, pembayaran cicilan pokok utang luar negeri, serta saldo kiriman dan transfer uang dari dank Ke luar negeri baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta.
Di dalam neraca transaksi ini terbagi lagi menjadi tiga bagian yaitu:
1) Neraca Perdagangan. Neraca ini digunakan untuk mencatat nilai transaksi ekspor dan impor barang selama satu periode. Ekspor barang dicatat dalam transaksi kredit, sementara impor barang dicatat dalam transaksi debit. apabila ekspor melebih impor, negara tersebut mempunyai surplus neraca perdagangan atau mempunyai saldo positif dalam investasi luar negeri. sebaliknya jika impor melebihi ekspor, negara tersebut mempunyai defisit neraca perdagangan atau memperoleh pengurangan investasi luar negeri.
2) Neraca Jasa. Neraca jasa merupakan kegiatan jasa yang diselenggarakan suatu negara untuk luar negeri serta yang diterimanya dari luar negeri. nilai kegiatan jasa meliputi jasa pengangkutan, asuransi, perantara perdagangan, perbankan, serta pariwisata.
3) Neraca non-balas jasa (transfer payment). Neraca ini digunakan untuk mencatat transaksi yang bukan merupakan balas jasa. Sebagai contoh, apabila Indonesia memberikan atau menerima hibah, maka akan dicatat dalam neraca non-balas jasa.
Neraca transaksi modal mencatat nilai investasi langsung pihak swasta asing (Foreign Ditect Invesdment), pinjaman luar negeri yang diberikan oleh perbanakan swasta internasional, serta pinjamana dan hibah dari negraa laian atau lembaga-lembaga donor seperti IMF dan bank dunia.
c. Neraca Tunai (Cash Account) atau Neraca Internasional
Neraca tunai pada dasarnya hanyalah transaksi penyeimbang antara total pengeluaran yang ada pada transaksi berjalan dengan transaksi modal melebihi total penerimaan.
2. Akibat-akibat kegiatan pariwisata terhadap neraca pembayaran suatu negara:
Secara garis besar ada empat akibat yang mungkin terjadi dari kegiatan pariwisata terhadap neraca pembayaran suatu negara. Keempat hal tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pariwisata menurunkan defisit yang dialami negara
b. Pariwisata menurunkan surplus pemabyaran negara
c. Pariwisata menambah jumlah surplus neraca pembayaran negara
d. Pariwisata menambah defisit yang dialami negara
Akibat-akibat tersebut bisa terjadi karena pariwisata merupakan salah satu sektor perekonomian di suatu negara yang merupakan salah satu unsur dari neraca pembayaran di sebuah negara. Unsur ini akan menjadi sebuah neraca perdagangan (Balance of Trade) antara negara yang bersangkutan dengan negara yang lain, sehingga dapat terlihat dari neraca perdaganga tersebut hasil atau pengaruh yang dihasilkan.
3. Saran untuk mengurangi defisit neraca wisatawan:
Di dalam memberikan saran terhadap suatu masalah maka perumusan sebab-sebab masalah tersebut sangat perlu diperhatikan sehingga saran yang diberikan benar-benar bisa mengatasi masalah, atau minimal mengurangi masalah yang ada. Di dalam konteks mengurangi defisit neraca wisatawan kita perlu mengetahui apa penyebab neraca wisatawan mengalami defisit.
Penyebab dari defisit neraca wisatawan adalah terdapat selisih dimana wisatawan warga negara sendiri yang ke luar negeri lebih banyak dibandingkan wisatawan mancanegara yang datang ke negara tersebut. Maka hal inilah yang perlu dibenahi dengan kata lain meminimalkan kunjungan wisatawan ke luar negeri dan memaksimalkan kunjungan wisatawan mancanegara ke dalam negeri. Lalu bagaimana caranya?
a. Meminimalkan kunjungan wisatawan ke luar negeri
1) Meningkatkan kesadaran wisata
Dalam konteks negara kita, pemerintah telah berupaya menyadarkan warga negara untuk senantiasa mencintai produk lokal dibandingkan produk asing. Namun dalam upaya tersebut produk lokal yang dimaksud terkesan ke dalam kategori produk berupa barang saja, tidak ada himbauan untuk mencintai produk pariwisata, yang hamya ada slogan “Kenali Negerimu, Cinta Negerimu” Tidak ada himbauan untuk memilih berwisata di negara sendiri daripada negara asing.
2) Menaikkan harga transportasi baik darat, laut, udara (ke luar negeri)
Saya termasuk pihak yang pro dengan perusahaan penerbangan yang memberikan harga tinggi untuk ke luar negeri. Hal ini bisa dijadikan sebagai kebijakan fiskal yang dahulu pernah diberlakukan untuk menekan angka warga negara Indonesia bepergian ke luar negeri.
b. Memaksimalkan kunjungan wisatawan mancanegara ke dalam negeri
1) Benahi-Promosi-event pariwisata
Banyak negara tetangga yang berhasil mendatangkan wisatawan asing ke negara mereka oleh karena kesiapan negara mereka dari segi sapta pesona termasuk Sumber Daya Manusia yang mumpuni untuk menerima dan menyambut wisatawan asing, sehingga ketika mereka melakukan promosi negara mereka sendiri, maka product postioning dari negara mereka sudah melekat di masyarakat dunia. Selanjutnya mereka membuat event pariwisata yang dapat mendatangkan wisatawan mancanegara.
2) Menurunkan harga transportasi baik darat, laut, udara (ke luar negeri)
Masalah utama mengapa banyak warga negara Indonesia enggan melakukan kegiatan wisata ke daerah-daerah lain di Indonesia adalah mahalnya harga sewa transportasi. Masyarakat Indonesia dapat berpikir harus melakukan perjalanan kemana jika kondisi yang ada saat ini transportasi ke daerah-daerah di Indonesia itu sangat mahal, bahkan jauh lebih mahal dibandingkan dengan perusahaan trasportasi asing yang melayani perjalanan ke luar negeri. Sudah barang tentu masyarakat akan memilih melakukan perjalanan ke luar negeri yang notabennya lebih prestige dan didukung dengan murahnya transportasi untuk mencapainya.
4. Contoh neraca pembayaran
Apabila dilihat dari neraca pembayaran di atas, neraca pembayaran pada Kuartal III 2011 mengalami defisit US$ 4 miliar, turun tajam dibanding kuartal II yang surplus sebesar US$ 11,9 miliar. Defisit tersebut terjadi karena turunnya surplus transaksi berjalan serta transaksi modal dan finansial. Sementara itu, defisisit neraca jasa, dimana di dalamnya terdapat sektor pariwisata, turun menjadi US$ 2,81 miliar dari US$ 3,38 miliar pada kuartal II. Berkurangnya defisit ini, berdasarkan data dari Bank Indonesia yang disadur dalam Indonesia Finance Today, sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dinamika jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mempengaruhi neraca pembayaran, yaitu mengurangi defisit neraca jasa.
Label:
Lecture Assignment
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar