Minggu, 25 November 2012
TUGAS II EKOPAR
DEVISA DAN EFEK BERGANDA
1. Diagram proses devisa pariwisata mengalir masuk dan keluar dari sebuah negara.
2. Diagram pola pengeluaran wisatawan
3. Perhitungan efek berganda
K
|
=
|
Y
|
E
|
Keterangan : |
Y
|
: Pengeluaran total akibat kegiatan pariwisata
|
E
|
: Pengeluaran awal wisatawan
|
Dik. Makan dan minum sebesar Rp.5.000,-
Lama 5 Hari
pengusaha mengeluarkan biaya Rp.3.350,-
biaya
lanjutan Rp.2.150,-
pengeluaran
ikutan Rp.1.475,-
Dit. Berapakah Efek Berganda?
Jwb : E = 5000 x 5hsri = 25.000
K = 25.000 +
3.350 + 2.150 + 1.475
25.000
= 31975
25.000
= 1,279/hari = 1.3 kali
Label:
Lecture Assignment
|
0
komentar
Jumat, 16 November 2012
Ekonomi Pariwisata
1. Komponen-komponen dalam neraca pembayaranan antara lain:
a. Neraca Transaksi berjalan (Current Account)
Neraca transaksi berjalan mencatat semua transaksi ekspor dan impor barang, perbandingan nilai ekspor dan impor barang, pendapatan investasi, pembayaran cicilan pokok utang luar negeri, serta saldo kiriman dan transfer uang dari dank Ke luar negeri baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta.
Di dalam neraca transaksi ini terbagi lagi menjadi tiga bagian yaitu:
1) Neraca Perdagangan. Neraca ini digunakan untuk mencatat nilai transaksi ekspor dan impor barang selama satu periode. Ekspor barang dicatat dalam transaksi kredit, sementara impor barang dicatat dalam transaksi debit. apabila ekspor melebih impor, negara tersebut mempunyai surplus neraca perdagangan atau mempunyai saldo positif dalam investasi luar negeri. sebaliknya jika impor melebihi ekspor, negara tersebut mempunyai defisit neraca perdagangan atau memperoleh pengurangan investasi luar negeri.
2) Neraca Jasa. Neraca jasa merupakan kegiatan jasa yang diselenggarakan suatu negara untuk luar negeri serta yang diterimanya dari luar negeri. nilai kegiatan jasa meliputi jasa pengangkutan, asuransi, perantara perdagangan, perbankan, serta pariwisata.
3) Neraca non-balas jasa (transfer payment). Neraca ini digunakan untuk mencatat transaksi yang bukan merupakan balas jasa. Sebagai contoh, apabila Indonesia memberikan atau menerima hibah, maka akan dicatat dalam neraca non-balas jasa.
Label:
Lecture Assignment
|
0
komentar
Langganan:
Komentar (Atom)

