Rabu, 30 November 2011
Filosofi Sperma
Mungkin kata "Sperma" merupakan hal yang tabu menurut anda. Atau mungkin ada sebagian dari anda yang jijik ketika mendengar judul di atas. Ups, tapi jangan salah kaprah dan menyimpulkan di awal dulu dari kata "Sperma" tersebut.
Nah, sekarang jadi tau kan maksud, alasan serta pesan dari tulisan ini. So, mari kita tunjukkan persistance kita, yakinlah bahwa kita pasti bisa dan tiada kata terlambat.... SALAM THE NEW PERSISTACE!!!
Di dalam Al-Qur'an, sperma secara gamblang dijelaskan sebagai cikal bakal terbentuknya manusia. Setiap manusia diciptakan dari air mani (sperma) yang kemudian menjadi segumpal daging, kemudian dari segumpal daging tersebut maka jadilah ia janin yang pada akhirnya lahirlah seorang manusia.
Dalam proses awal penciptaan manusia tidak kurang dari tiga juta sperma (nutfah dalam bahasa Arab) sang ayah berlomba mendapatkan tempat pertama untuk bertemu dan melebur dengan satu-satunya sel telur yang dimiliki sang ibu. Sel telur hanya akan menerima dan melebur dengan satu sperma saja yang paling cepat berlari dan paling pertama mencapainya.
BAYANGKAN!!!! Dari tiga juta sperma yang dilepaskan, hanya satu saja diantaranya yang akan menjadi pemenang dan kemudian menjadi manusia yang berpotensi. Bahkan dikatakan tidak kurang dari 50% diantaranya mati di tengah jalan karena kehabisan energi dan tidak kuat bersaig dengan yang lainnya.
Jadi, dapat disimpulkan dari fenomena di atas bahwa makhluk yang berpikir, makhluk yang berpotensi ini merupakan hasil dari SANG PEMENANG yaitu sperma tadi. Oleh karena itu patutlah dikatakan bahwa setiap manusia disiapkan untuk keadaan-keadaan persaingan dan dikondisikan untuk menjadi PEMENANG!!!
Nah, sekarang jadi tau kan maksud, alasan serta pesan dari tulisan ini. So, mari kita tunjukkan persistance kita, yakinlah bahwa kita pasti bisa dan tiada kata terlambat.... SALAM THE NEW PERSISTACE!!!
Label:
Story
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar